ETIKA BERMEDIA SOSIAL
"Jarimu adalah Harimaumu"
Ada sebuah pepatah mengatakan "jarimu adalah harimaumu" tentu pepatah ini tepat jika diberikan untuk keadaan sekarang, karena informasi dengan cepatnya melalui media sosial (medsos). Mulai dari guru, siswa hingga masyarakat sudah terbiasa bermedsos.
Informasi pada medsoso bisa membuat hidup kita menjadi mudah juga bisa menjadi susah. Ada orang masuk penjara gara-gara main-twitt atau memposting status di medsos. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara bersikap dalam bermain medsos. Ada sesuatu yang layak disebarkan, ada juga yang hanya untuk sendiri, karena di medsos berita, fakta, pransangka, gosif, fitnah bercampur sehingga kalau tidak pandai memilah bisa berbahaya.
Think before your share, ungkapan itu cocok jika kita gunakan dan menjadi panduan bermedsos. "Think before your share" artinya kita harus berfikir dulu sebelum kita menyebarkan berita atau postingan yang kita temukan. Kita patut mengecek atau mengkonfirmasi kembali informasi (tabayyun) sebelum kita bermaksud untuk menyebarkannya.
Konon ketika kabar baik baru menyebar beberapa kilometer, kabar buruk sudah melesat mengelilingi bola dunia dan sangat sulit dikendalikan. Oleh karena itu jika kita menginformasi yang berisi konten negatif dan belum tentu kebenarannya alangkah baik jika tidak menyebar luaskan kepada orang lain, karena jika kabar itu memang benar maka hal itu merupakan ghibah, namun jika kabar itu salah maka hal itu fitnah. Oleh karena itu jangan ikut-ikutan menyebarkannya.
Bagaimana cara agar tak salah menggunakan jari-jemari kita dalam bermedsos, supaya kita tidak terjerumus dalam permasalah bermedsos berikut ini etikanya menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan :
1) Hati- hati dalam menyebarkan informasi pribadi (privasi) ke publik,
2) Gunakan etika norma saat berinteraksi dengan siapapun dimedia sosial
3) Hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal
4) Pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung unsur SARA
5) Memanfaatkan media sosial untuk membangun jaringan atau relasi
6) Pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah
7) Jangan mengunggah apapun yang belum jelas sumbernya
8) Manfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri.
Sebelum men-share sebuah berita, tanyakan terlibih dahulu kepada kita,
1) Apakah berita ini benar dan sudah mengkonfirmasi kebenarannya
2) Apakah berita ini fakta atau prasangka, apakah ada orang yang tersakiti dengan berita ini
3) Apakah berita ini memberikan kebaikan atau malah menyulut permusuhan.
Akhirnya semoga kita bisa menggunakan media sosial ini untuk mengembangkan potensi kita, bukan untuk menyakiti orang lain . ***
So` mungkin itu sekilas tentang bagaimana cara ber-tika dalam bersosial media Semoga bermanfaat 😀
Dikutip dari surat Kabar Priangan|Kamis, 14 november 2019
Guru menulis : gogumeulis@gmail.com
Setiawan, M.Pd | Guru SDN 2 Sukarame Kabupaten Tasikmalaya
1) Apakah berita ini benar dan sudah mengkonfirmasi kebenarannya
2) Apakah berita ini fakta atau prasangka, apakah ada orang yang tersakiti dengan berita ini
3) Apakah berita ini memberikan kebaikan atau malah menyulut permusuhan.
Akhirnya semoga kita bisa menggunakan media sosial ini untuk mengembangkan potensi kita, bukan untuk menyakiti orang lain . ***
So` mungkin itu sekilas tentang bagaimana cara ber-tika dalam bersosial media Semoga bermanfaat 😀
Dikutip dari surat Kabar Priangan|Kamis, 14 november 2019
Guru menulis : gogumeulis@gmail.com
Setiawan, M.Pd | Guru SDN 2 Sukarame Kabupaten Tasikmalaya

Posting Komentar
0 Komentar